Wednesday, 16 November 2011

bersabarlah wahai diriku dan saudara ku...


Seorang muslim sejati tidak pernah terlepas dari tiga keadaan yang merupakan tanda kebahagiaan, yaitu bila dia mendapat nikmat maka dia bersyukur, bila mendapat cobaan maka dia bersabar dan bila berbuat dosa maka dia beristighfar. Sungguh menakjubkan keadaan seorang muslim. Bagaimanapun keadaannya dia tetap masih bisa menuai pahala.

Betapa Mulianya Sabar

Diantara ketiga keadaan ini datangnya cobaan demi cobaan terkadang membuat hati kita mendongkol, lisan menggerutu dan tangan melayang lempar sana, lempar sini, tonjok kanan tonjok kiri. Lalu apa hasilnya? Ingatlah saudaraku semoga Alloh merahmatimu, sesungguhnya Alloh menjanjikan kebersamaan-Nya yang istimewa bagi orang-orang yang mau bersabar. Alloh Ta’ala berfirman, “Dan bersabarlah kalian sesunguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar.” (Al Anfal: 46). Inilah kebersamaan khusus yang Alloh janjikan berupa penjagaan, pertolongan dan pembelaan di saat yang dibutuhkan. Bahkan dengan kesabaran jugalah kepemimpinan dalam agama bisa diraih. Alloh Ta’ala berfirman, “Dan Kami telah menjadikan pemimpin-pemimpin di kalangan mereka (Bani Isro’il) yang membimbing dengan petunjuk dari Kami tatkala mereka mau bersabar dan senantiasa meyakini ayat-ayat Kami.” (As Sajdah: 24). Sehingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Dengan sabar dan yakin itulah akan bisa diraih imamah/kepemimpinan dalam ad dien.”

Dan sifat sabar termasuk salah satu ciri yang melekat pada diri para Rosul manusia-manusia paling mulia di atas muka bumi. Alloh Ta’ala berfirman, “Sungguh para Rosul sebelum engkau (Muhammad) telah didustakan maka mereka pun bersabar terhadap pendustaan itu, dan mereka disakiti hingga tibalah pertolongan Kami.” (Al An’am: 34). Demikianlah betapa agungnya sabar. Sampai-sampai Rosul bersabda, “Sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran.” (Arba’in no. 19)

Pengertian Sabar dan Macam-Macamnya

Sabar adalah menahan jiwa dari mendongkol, menahan lisan dari berkeluh kesah dan marah serta menahan anggota badan dari melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan seperti menampar-nampar pipi atau merobek-robek kerah baju (Al Jadid fi Syarhi Kitab At Tauhid, hlm. 314). Sabar ada tiga macam; 
(1) Sabar dalam ketaatan, 
(2) Sabar dalam menahan diri dari melakukan kemaksiatan, dan
(3) Sabar dalam menghadapi takdir Alloh yang terasa menyakitkan.

Di antara ketiga macam sabar ini, sabar dalam ketaatan adalah macam sabar yang tertinggi. Namun adakalanya bersabar dalam menahan diri dari kemaksiatan justeru lebih berat daripada bersabar dalam ketaatan. Syaikh Al Utsaimin menjelaskan, Seperti misalnya cobaan yang menimpa seorang laki-laki berupa godaan wanita cantik yang mengajaknya untuk berzina di tempat sunyi yang tidak diketahui siapapun selain Alloh, sementara laki-laki ini masih muda dan memendam syahwat dalam dirinya. Maka bersabar agar tidak terjatuh dalam maksiat seperti ini menjadi lebih sulit bagi jiwanya. Bisa jadi mengerjakan sholat seratus rokaat itu lebih ringan baginya daripada harus menghadapi beratnya ujian semacam ini. (Al Qoulul Mufid, Syaikh Al Utsaimin)

Alloh Ta’ala berfirman, “Alloh mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imron: 146). Ujian demi ujian hendaknya justeru menempa kepribadian kita agar menjadi hamba yang semakin dicintai oleh Alloh Ta’ala, yang bersyukur bila mendapat nikmat, bertaubat bila berdosa dan bersabar dalam ketaatan, dalam menghindari maksiat dan tatkala menghadapi musibah. Wallohul musta’aan.

renungan bersama...


Hadirnya insan bernama manusia dalam hidup silih berganti. Ada antaranya yang amat diperlukan, amat dihargai. Juga antaranya, tidak dijangkakan.
Apakah maksud kehadiran seorang lelaki dalam hidup seorang wanita? Begitu juga sebaliknya. Di saat tidak perlukan teman daripada kalangan bukan sejenis, telah didatangkan pada kita.
Ya, ujian barangkali. Namun, waktu itu, sukar untuk kita berpijak pada nyata. Lalu ternoda dek arus yang datang pada saat itu. Terlupa bahawa tidak semua yang Allah berikan itu adalah suatu takdir, boleh jadi ia didatangkan sebagai ujian semata.
Namun, kerana terlalu mda untuk memahami setiap pemberian daripada Allah itu berbeza maksudnya. Lalu terjerumuslah kita ke dalam lembah yang menggelapkan kesucian kita sebagai hamba-Nya. Hamba-Nya yang sebelum ini mendambakan kasih hanya pada-Nya. Hamba-Nya yang sebelum itu sangat menjaga kesucian diri dan maruah diri. Tetapi, tidak lagi selepas itu.
Kehadiran setiap individu dalam hidup ini perlu dinilai dari aspek yang berbeza. Ada yang baik untuk kita, dan mungkin juga sebaliknya. Kerana Allah itu sentiasa menduga keimanan hamba-hamba-Nya. Sejauh mana kita benar-benar berpegang pada prinsip ketaatan kita pada-Nya.
Nikmatnya sangat besar. Sama besar dengan ujian yang didatangi-Nya. Mungkin pemberian-Nya membuatkan kita gembira, bahagia, dan kita mula leka kembali dengan nikmat itu. Sedangkan ia mungkin hanya ujian kedua sama seperti yang pernah berlaku sebelum ini. 
Juga, kebarangkalian itu merupakan suatu balasan pada titik-titik noda yang pernah kita hadapi sebelumnya. Konsep kehidupan. Tidak semudah itu kita bisa merungkaikan apakah maksud sebenar akan sesuatu pemberian daripada Allah.
Mungkin sesuatu yang kita suka itu tidak baik untuk kita. Ia mungkin dilihat dapat membahagiakan jiwa namun sebaliknya, berkemungkinan ia akan memakan sedikit demi sedikit keimanan kita. Pada yang lemah imannya, terus dibuai lena dek kemanisan itu. Tanpa sedikit pun memikirkan kepahitan yang bakal menjelma.
Benarlah;
"Kepahitan itu perit untuk diterjemahkan, namun sekurang-kurangnya kita akan menemui jalan kebaikan setelahnya. Namun, kemanisan itu sangat asyik di pelayaran, sedikit pun kita tidak terfikir ia bakal mengundang kehancuran setelahnya."
Justeru? Apa yang perlu kita lakukan? Semestinya kita perlu muhasabah diri, setiap yang berlaku itu perlu dirujuk semula kepada Allah. Bukan terus saja diambil mentah-mentah dalam hidup kita. Berhati-hati itu lebih baik dari terburu-buru. Namun kita hanya insan biasa. Kadang terlupakan-Nya. Begitulah bak bait-bait lagu Opick dalam ritma iramanya;
"Meski ku rapuh dalam langkah, kadang tak setia kepada-Mu, namun cinta dalam jiwa, hanyalah pada-Mu."
Itulah yang perlu kita terapkan setiap kali kita terlupa akan-Nya. Dia sentiasa bersama kita. Dia lah yang menghidupkan pancaindera kita. Dia yang menguji kita. Dia juga yang membahagiakan kita. Dia yang membuat kita senyum. Dia yang membuat kita menangis.
Itulah tanda kebesaran-Nya. Bisakah kita bahagia tanpa rahmat daripada-Nya? Apa jua bentuk kebahagiaan yang kita peroleh, samada dari material atau rohaniah, semuanya datang daripada-Nya.
Bermuhasabahlah yang akan membawa kita lebih dekat dengan-Nya. Bisakah kita senyum tanpa kebenaran daripada-Nya? Dia sangat kasih pada kita. Cuma kita yang merasa jauh daripada-Nya dan tidak yakin akan kasih sayang-Nya.
Mohon lah disayangi-Nya. Mohonlah dicintai-Nya. Itu sudah cukup untuk membuat kita bahagia. Hati yang terikat pada manusia, tidak akan kekal lama. Malah, lebih banyak keperitan yang dihadapi.
Sedangkan, apabila terikatnya hati kita kepada-Nya, betapa tenangnya jiwa. Betapa indah segala musibah yang menimpa setelah kita diterangi mata hati dengan hikmah-Nya. Musibah itu diberi-Nya dengan pelbagai cara dan rupa. Namun, semuanya adalah untuk kebaikan kita.
Musibahlah yang akan memberi pengajaran dalam hidup kita. Dengan musibah kita akan mula mengenal kehidupan dunia. Setiap dari kita akan ditimpa musibah. Mungkin berlainan rupa namun pengajarannya tetap sama. Agar kita lebih matang, lebih mengenali pencipta kita. Indah bukan? Keindahan hati,  ketenangan hati, keikhlasan hati, itu yang perlu dicari.
InsyaAllah.. jika niat kita suci, ikhlas semata-mata kerana-Nya, Dia akan permudahkan jalan hidup kita. Dia akan tunjukkan jalan untuk kita. Kita hanya perlu meminta dan berusaha untuk mendapatkannya. Jalan yang diredhai-Nya. Jalan yang akan membuat kita bahagia.
"Ya Allah, sungguh dengan mengingati kebesaran-Mu, hati ini lebih tenang, terima kasih Allah. Sayangilah aku, cintailah aku, seperti mana Kau menyayangi umat-umat Mu yang terdahulu sebelumku.. amin.."

berkesan....

akhirnya ciap jgk la ak hias2 blog ak per yg ptot...ni pon x ciap lg...bnyak bnda nk kner blajar...p xper..tggu je la creatviti ak pas ni...jd gyler biler dh taw cre2 nk hias blog n semua lah...waiting for me ok...